Sabtu, 10 November 2012

Fase Psikoseksual Anak



  • gangguan prilaku manusia dewasa diyakini krn gagalnya satu/beberapa fase psikoseksual yg harus dia lalui.
  • Fase psikoseksual tsb antara lain: 1. Fase oral (0-18 bulan) 2. Anal (1,5-3 thn) 3.Uretral (transisi)  4. Phallus (3-5 thn)  5.Latensial (5/6 – 11/13 thn) 6.genital (11/13 – 18 thn)
  • Pada fase oral bayi belum bisa membedakan antara bibir nya dan puting ibunya hanya  asosiasi rasa kenyang dari pemberian ASI.
  • Meletakkan bayi ke dada ibunya saat dilahirkan memberikan dia kesadaran bahwa ada obyek diluar dirinya.
  • Kelaparan mendorong dirinya untuk berusaha mencari puting  ibunya, ini akan mengajarkan dia untuk berusaha.
  • Bayi akan merasa mulut adl tempat pemuas  kebutuhan nya (oral gratification)
  • Dorongan oral ini di bangun atas libido dan agresif.
  • Libido adl dorongan nafsu anak yg berbeda dg orang dewasa, ini adl dorongan primer dlm kehidupan  yg merupakan sumber ego dlm hubungan dg dunia luar.
  • Kepuasan egonya terpenuhi dg diamnya bayi setelah selesai penyusuan.
  • Tindakan agresif yg dialakukan adl menangis, menggigit, meludah dan mengunyah.
  • Pada fase ini penting seorang ibu memberikan kenyamanan dan rasa aman dengan memberi kebutuhan ASI nya.
  • Pada saat bayi menangis karena lapar beri dia waktu untuk menunggu  ini akan mengajarkan kepadanya tentang kepercayaan ibunyakan datang.
  • Ketika anda tidak datang sang bayi akan kecewa, dia akan tumbuh menjadi pribadi yg tidak mudah percaya.
  • Ketika fase ini bermasalah, saat dewasa seseorang akan mengalami ganguan oral sadistik yg dimanisfestasikan pada kelainan seksual sadisme.
  • Sadisme adl kepuasan seksual  yg di dapat ketika hubungan yg di dahului dengan tindakan yg menyakitkan.
  • Sebaliknya ketika kepuasan egonya berlebihan pada masa ini, dia akan tumbuh menjadi seorang yg terlalu optimis, narcistic ( cinta diri sendiri), dan penuntut.
  • Kesukaan menggigit kuku, sedotan, atau permen adalah bentuk dari fase oral yg bermasalah.
  • Fase Anal terjadi pada masa bayi berusia 1,5 samapai 3 tahun.
  •  Pada fase Anal di tandai dengan  matang nya syaraf otot sfingter anus,sehingga anak mulai belajar mengatur berak.
  • Pada fase ini kepuasan anak terletak pada perasaan menahan kebutuhan beraknya.
  • Orang tua yg marah dan menghukum anaknya pada fase ini karena berak sembangan akan membuat sang anak frustasi dan jijik pada alat kelaminya sendir.
  • Setelah dewasa dia akan mengalami ganguan seksual berupa ketidak puasan ketika berhubungan dengan patner mereka.
  • Orang tua semestinya memberi pengarahan bahwa alat kelamin dan kotoran yg dia keluarkan adl sesuatu yg wajar bukan sesuatu yg menjijikkan.
  • Kegagalan fase anal bisa membentuk karakter anak menjadi abivalensi (ragu2),berlebihan, kasar, tidak rapi, dan cenderung sadomasokis.
  • Sadomasokis adalah dorongan kepuasan seksual yang di dapat dengan menyakiti atau disakiti
  • Keberhasilan pada fase ini menyiapkan sang anak untuk menjadi pribadi yg mampu menentukan prilaku sendiri tanpa malu dan menginisiasi kerjasama tanpa rasa rendah diri.
  • Fase uretral  adl fase transisi ke fase phallus, fase ini kepuasan anak terletak pd menahan kencing, seperti fase anal.
  • Jika fase ini bermasalah, anak akan mengembangkan sifat uretral yg menonjol yaitu ambisi dan persaingan wujud rasa malu krn gagal mengontrol uretral mereka.
  • Fase uretral yang baik akan membentuk pribadi yg bangga akan kemampuan diri, menyukai persaingan yg  sehat.
  • Fase pahallus terjadi pada umur 3 sampai 5 tahun.
  • Pada fase ini sang anak mulai tahu kalo alat kelaminya berbeda dengan sodara nya atau teman mainya.
  • Anak mulai menemukan kenikmatan dengan memainkan alat kelaimnya (bukan manstrubasi).
  • Pada fase ini orang tua diharapkan bisa menyikapi kejadian ini, melarang dan menghukum anak adl tindakan kurang baik.
  • Beri penjelasan yg baik dan alihkan kesenangan anak dengan hal-hal lain yg bersifat positif.
  • Jika fase ini tidak dilalui dengan baik maka akan timbul masalah emosi di saat dia dewasa.
  • Pada fase ini anak laki2 akan muncul ke kawatiran alat kelamin mereka akan di keberi.
  • Traumatis pada fase ini bisa menjadi penyebab impoten premier atau ganguan seksual berupa homoseksual.
  • Pada fase ini anak akan sangat tertarik dengan hal2 seksual, seperti membuka rok ibunya, meraba buah dada dan alat kelamin orang tuanya.
  • Anak laki2 akan muncul daya tarik erotik terhadap ibu mereka dan disertai kecemburuan terhadap ayah mereka yg disebut kompleks Elektra.
  • Sedangkan pd perempuan disebut dg kompleks oedipus, yaitu perasaan rendah diri karena mereka tidak punya penis seperti laki2.
  • Fase latensial terjadi di umur 5/6 sampai 11/13 tahun.
  • Pada fase ini ketertarikan akan seksual merekan tertekan akan hal-hal diluar rumah.
  • Pada fase ini orang tua diharapkan bijak dan terbuka dengan informasi yang anak terima.
  • Kegagalan pada fase ini bisa menyebabkan kurangnya konrol diri akan pengalihan energi secara efisien pada minat belajar dan ketrampilan.
  • Fase genital terjadi di umur 11/13 sampai 18 tahun.
  •  Pada fase ini perkembangan psikoseksual mencapai titik ahir diikiuti dg berkembangnya organ seksual mereka.
  • Secara psikis mereka akan merasakan ketertarikan seksual pada lawan jenis.
  • Kegagalan pada fase ini akan menyebabkan kekacauan identitas.

  • Demikian sharing singkat tentang psikoseksual anak, diharapkan sebagai orang tua memahami dan belajar tentang perkembangan anak, agar terbentuk mental yg sehat.